Sunday, 21 July 2019

Pentingnya ESD di dalam industri elektronika

ESD atau electro statistic discharge dapat di artikan sebagai pembuang listrik statis ( Menurut wikipedia : Listrik statis adalah ketidak seimbangan muatan listrik dalam atau pada permukaan benda.

Muatan listrik tetap ada sampai benda kehilangannya dengan cara sebuah arus listrik melepaskan muatan listrik. Listrik statis kontras dengan arus listrik, yang mengalir melalui kabel atau konduktor lainnya dan mentransmisikan listrik.)


Contoh listrik statis adalah adanya Petir. Ketika petir menyambar ke bumi melalui perantara pohon atau manusia yang tersambar petir, Proses terjadinya pembuangan statis (Petir) dari awan ke bumi atau tanah ini bisa kita sebut dengan ESD.

Tentu efek petir ini sangat berakibat fatal untuk manusia, bisa menyebabkan meninggal dunia atau pun cacat secara fisik. Hal ini juga berlaku pada komponen elektronika di industri.

Karna tubuh kita juga mengandung listrik statis ( Salah satu contohnya adalah ketika menggosok gosokan penggaris ke bulu tangan maka bulu tangan akan berdiri. ). maka komponen-komponen elektronika juga bisa di ibaratkan manusia yang menerima listrik statis dari petir tadi.

Hal tersebut bisa menyebabkan kerusakan pada life time produk yang semisal bisa bertahan selama 4 tahun menjadi hanya bertahan 2 tahun. atau bahkan kerusakan langsung pada komponen yang lebih sensitif.

Maka dari itu, ESD sangat penting sekali untuk mengatasi dampak listrik statis di industri elektronika.

Beberapa cara mengatasi masalah ESD di perusahaan :

1. Wris Strap

Fungsi dari wistrap adalah membuang aliran listrik statis dari tubuh kita melalui grounding.

2. ESD Clothes

Fungsinya adalah untuk membatasi medan listrik statis yang timbul dari diri kita terhadap komponen dan meja kerja.


3. Static Dissipative Finger Coat

 Fungsinya adalah untuk membuang muatan litrik statis dan menghindari terjadinya pemuatan elektron.


4. ESD Shoes

Fungsinya adalah membuang muatan listrik statis dari tubuh ketika berjalan sambil memegang komponen elektronika.


5.  Grounding and Ionizer : Perlengkapan ESD ditempat kerja


Perlengkapan perlindungan ESD yang juga perlu diperhatikan adalah pembuangan litrik statis dari equipment, mesin dan meja kerja yang ada perlu juga disediakan sarana pembuangan listrik statis melalui peng-grouding-an. 

Jenis perlengkapan yang lain adalah Ionizer, yang mana memiliki fungsi menetralisir “perubahan” muatan yang terjadi ketika proses kerja dilakukan dengan komponen (terutama dipasang di area kerja sensitif dimana ada parts yang sangat sensitif di kerjakan). 

Ionizer akan menghasilkan muatan proton dan elektron dalam jumlah yang seimbang dan benda kerja yang ada dalam jangkauan kerja ionizer akan mengambil “muatan seperlunya” sebatas menghilangkan ketidak seimbangan muatan yang mungkin terjadi.
Read more

Metode Process assurance pada produksi

Pada proses produksi terutama pada bagian MI ( Manual Insert ) untuk beberapa proses seperti soldering, jika kurang kontrol biasanya akan banyak menyebabkan barang reject.


Reject ini tentu akan sangat merugikan, baik dari segi waktu, manpower, juga kerugian nilai output.

Jika hal ini terus berkelanjutan dan tidak ada penangan khusus, tentu saja akan menjadi suatu 'bom waktu' suatu saat nanti.

Untuk itu perlu adanya strategi khusus untuk menjamin setiap proses memiliki hasil keluaran yang baik dan sesuai dengan spesifikasi standar atau biasa di sebut dengan procces assurance.

Process assurance ini wajib di terapkan di setiap proses yang ada, dengan begitu, maka lambat laun tingkat reject akan rendah dan quantity dengan sendirinya juga akan meningkat.

Metode yang bisa kita pakai untuk menerapkan process assurance ini adalah dengan menerapkan 3 metode yaitu :

  1. Jangan Membuat
  2. Jangan Mengirim
  3. Jangan Menerima

Dengan memastikan semua hal di atas sudah di lakukan di setiap proses, maka tingkat reject bisa di tekan semaksimal mungkin, lalu apa maksud dari 3 metode di atas?

Jangan Membuat

Maksud dari kalimat dia atas adalah, setiap proses tidak di benarkan untuk membuat suatu barang menjadi reject, maka dari itu perlu di terapkan mindset ini kepada pelaku produksi langsung (Operator) untuk semaksimal mungkin tidak membuat barang reject atau cacat produksi.

Jangan Mengirim

Mungkin kita tidak 100% bisa menjamin untuk tidak membuat barang reject, tetapi hal ini perlu di antisipasi dengan metode 'Jangan mengirim' artinya setiap barang yang gagal di proses tertentu (mempunyai nilai reject) jangan sampai di kirim ke proses selanjutnya. cukup berhenti di proses itu saja.

Hal ini bertujuan agar barang tersebut bisa di filter sebelum menjadi barang yang lebih kompleks lagi, sehingga nilai rejectnya lebih rendah di bandingkan jika proses assembly yang di lakukan sudah sampai proses akhir.

Jadi si pembuat harus memastikan barang reject di prosesnya jangan sampai terkirim ke proses selanjutnya, cukup berhenti di prosesnya saja. Selain itu, operator yang mengerjakan di proses tersebut wajib memeriksa hasil kerjanya agar metode kedua ini bisa terjamin sebelum di kirim ke proses selanjutnya.

Jangan Menerima

Nah inilah kunci terakhir dari kedua proses tersebut, Setelah si pengirim sudah menjamin tidak mengirimkan barang reject ke proses selanjutnya, maka si penerima di proses selanjutnya juga harus memastikan barang yang di terima dalam keadaan baik dan jangan mau menerima barang reject.

Jika menemukan barang reject, langsung feedback ke proses yang menyebabkan reject tersebut. Dengan begitu process assurance akan berjalan dengan sendirinya.

Intinya setiap proses line wajib menerapkan metode untuk jangan membuat, jangan menerima dan jangan mengirimkan barang reject dari prosesnya.

Jadi pada sebuah proses, ketika operator mengerjakan prosesnya tersebut, operator harus memastikan barang tersebut sudah di cek terlebih dahulu, dan proses selanjutnya juga harus melakukan pengecekkan terlebih dahulu sebelum masuk ke proses yang dia kerjakan dengan begitu sistem blok reject per proses akan lebih maksimal lagi.

Nah itulah metode yang bisa kita gunakan untuk menekan nilai reject pada suatu proses, selain itu, PIC line juga harus fokus mengontrol setiap line, jadi harus di tentukan terlebih dahulu limit reject setiap proses, misalkan 5 pcs. Jika terjadi proses reject yang sama lebih dari 5 pcs, maka harus di cari sumber permasalahannya untuk di cari solusinya.
Read more

Cara menghitung persentase Achievement yang di dapatkan dari target

Pada proses produksi achievement merupakan target utama yang harus bisa di capai dengan baik.

Achievement dengan persentase yang tinggi merupakan suatu keberhasilan dan kepuasan tersendiri saat mencapainya.


Lalu bagaimana jika achievement belum juga tercapai ? Silahkan review ST yang di gunakan, atau line balancing dari line tersebut.

Jika kedua point tersebut tidak ada masalah, mungkin ada kesalahan dari sisi Manpower, Method, Machine, atau Materialnya. Kita bisa menggunakan metode 4M untuk melakukan pemecahan masalah tersebut.

Lalu bagaimana kita bisa mengetahui persentase dari achievement target kita ?

Rumusnya adalah : Aktual Output / Target x 100.

Contoh : Target Produksi adalah 5000, Output yang kita capai 4850, Berapa % kah achievement yang kita dapatkan ?

Rumus : Aktual Output / Target x 100.

Jadi : 4850 / 5000 = 0,97 x 100 = 97 %

Jadi Achiement yang kita dapatkan adalah 97 %, Sudah cukup baik, tetapi masih perlu adanya peningkatan untuk bisa mendapatkan achievement 100 %.
Read more

Analisis masalah dengan metode 4M pada Industri

Pada sebuah industri, sangat tidak jarang terjadi masalah-masalah yang harus segera di selesaikan, terutama masalah-masalah yang berkaitan dengan quality maupun masalah-masalah lainnya.

Masalah-masalah tersebut jika tidak segera terdeteksi dan di atasi bisa menyebabkan kerugian yang fatal bagi sebuah perusahaan.


Dalam industri biasanya di kenal metode Analysis permasalahan menggunakan metode 4M. kenapa menggunakan metode 4M ?

Tentu saja karna untuk menjalankan sebuah produksi tidak akan lari dari ke empat element yang terdapat dalam 4M tersebut.

Apa sajakah itu ?

4 M terdiri dari 4 bagian yaitu :

  1. Man (Manusia atau manpower / Tenaga kerja)
  2. Material ( Bahan baku / termasuk raw material, consumption, dan informasi )
  3. Method ( Cara kerja atau handling / proses)
  4. Machine ( Alat, tools atau pengolah / mesin atau teknologi )

1. Man


Man atau manusia (SDM) adalah salah satu bagian dari 4M, dalam analisa 4M, manusia juga bisa berpotensi menyebabkan sebuah masalah.

Contohnya Operator, Staff, leader apapun posisinya tetap saja bisa menyebabkan potensi kesalahan pada proses produksi.

Misalkan saja, operator tidak mengikuti prosedur standar kerja, atau staff tidak melakukan kontrol line dengan baik, atau bahkan leader misalkan salah memberikan instruksi atau memberikan instruksi yang tidak clear sehingga menyebabkan cacat produksi pada suatu barang.

Apapun posisinya Man tetap akan bisa memiliki potensi untuk menjadi salah satu bagian yang perlu di analisis dalam pemecahan suatu masalah.

2. Material


Material atau bahan baku adalah bahan yang akan di olah pada proses produksi. Tidak jarang cacat material juga sering di temukan di dalam proses produksi.

Meskipun hanya 1 pcs, tetapi hal tersebut harus segera di analisa untuk menemukan celah yang menyebabkan cacat material.

Cacat material bisa berasal dari incoming material yang memang kualitasnya kurang bagus.

3. Method


Method adalah suatu cara atau handling yang di gunakan di dalam proses produksi. Biasanya method dalam produksi sudah di atur di dalam OS ( Operation Standard ) atau WI (Work Instruction) pada sebuah industri.

Method yang tidak di ikuti sesuai dengan standar atau adanya kesalahan perancangan method juga akan menyebabkan permasalahan di dalam proses produksi.

4. Machine


Machine di sini bukan hanya mesin pada proses produksi, Machine di sini juga termasuk tools yang di gunakan dalam mengolah material pada suatu proses produksi.

Misalkan : Jig Solder, Solder, Konveyor dan lain-lainnya juga termasuk ke dalam kategori Machine.

Kesimpulannya machine adalah alat pengolah yang di gunakan untuk mengolah bahan dalam suatu proses.

Nah, dari ke empat elemen tersebut, kita bisa mengurai akar permasalahan satu per satu mulai dari man, material, method atau machine untuk menemukan root cause sebenarnya.

Read more

Aturan pembuatan surat peringatan pelanggaran karyawan

Dunia kerja yang banyak berhubungan atau interaksi dengan manusia tentu akan menemukan banyak kesalahan-kesalahan yang terjadi.

Kesalahan juga terbagi menjadi dua, yaitu kesalahan yang di sengaja maupun tidak sengaja. Kesalahan yang di sengaja misalkan tindak pencurian.


Sedangkan kesalahan yang tidak di sengaja misalkan menjatuhkan material di perusahaan ( Tetapi perlu analisis terlebih dahulu apakah benar-benar tidak di sengaja atau tidak ).

Meskipun tidak di sengaja, tetapi perusahaan tetap bisa memberikan SP kepada karyawan yang bersangkutan apabila di rasa pelanggaran yang di lakukan merugikan perusahaan, selagi tidak bertentangan dengan undang-undang.

Tujuan dari SP ini sebenarnya adalah melakukan pembinaan yang batasanya sebanyak tiga kali.

Jika seseorang sudah mendapatkan SP tiga, maka karyawan tersebut bisa di  berhentikan sepihak oleh perusahaan.

Menurut pasal 61 Undang – Undang No. 13 tahun 2003 mengenai tenaga kerja, perjanjian kerja dapat berakhir apabila :

  1. Pekerja meninggal dunia
  2. Jangka waktu kontak kerja telah berakhir
  3. Adanya putusan pengadilan atau penetapan lembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap
  4. Adanya keadaan atau kejadian tertentu yang dicantumkan dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama yang dapat menyebabkan berakhirnya hubungan kerja.

Jadi jika salah satu pihak melakukan pemutusan hubungan kerja sebelum masa kerja berakhir di tentukan, wajib membayar sisa upah sebesar upah pekerja sampai masa bekerja berakhir.

Berikut aturan pembuatan Surat peringatan di perusahaan.

1. Adanya pelanggaran


Perusahaan bisa membuat sebuah SP apabila terdapat pelanggaran yang di lakukan oleh pekerja sesuai dengan aturan di perusahaan.

Pembuatan SP ini juga bisa mengacu seberapa besar kesalahan yang di buat oleh karyawan tersebut.

Karena SP bersifat pembinaan, maka setelah adanya pelanggaran kerja, karyawan tersebut harus di bina dan di monitoring hasilnya.

Jadi karyawan bersangkutan masih memiliki kesempatan untuk melakukan perbaikan diri.

2. Urutan SP di perbolehkan tidak berurutan


Hal ini berkaitan dengan seberapa besar tingkat pelanggaran karyawan tersebut.

Kita tidak harus melakukan pengurutan SP mulai dari SP 1, SP 2 kemudian SP3, tetapi bisa langsung memberikan SP 2 atau 3 sesuai dengan berat pelanggaran atau sudah menyangkut tindak pidana.

Tetapi jika ingin menerapkan aturan tersebut, sebaiknya memcantumkan aturan untuk kategori beratnya pelanggaran terlebih dahulu di peraturan kerja atau perjanjian kerja, dan masa berlaku SP di setiap pelanggarannya. lihat referensi : Hukum Online

Hal ini untuk memperkuat dan menghindari kerancuan dari aturan di perusahan tersebut agar tidak bertentangan dengan Undang-undang yang berlaku.

Standar kadar lama waktu berlakunya SP menurut undang undang Pasal 161 adalah 6 bulan, kecuali sudah di tetapkan bersama oleh kedua belah pihak.

3. Di perbolehkan tidak di tanda tangani oleh karyawan bersangkutan


Surat peringatan, meskipun tidak di tanda tangani oleh karyawan terkait hukumnya tetap berlaku, hal tersebut karena SP adalah bentuk pembinaan.

Tetapi perusahaan juga tidak boleh melarang karyawan bersangkutan untuk menanda tangani surat peringatan tersebut.

Dan yang terpenting, dari kedua belah pihak harus sama-sama tahu tentang di keluarkannya surat peringatan tersebut.

Sebelum membuat surat peringatan, sebaiknya kita mengambil beberapa langkah analisis terlebih dahulu seperti di berikan teguran secara lisan terlebih dahulu. Jika teguran lisan tidak di hiraukan, lakukan langkah berikutnya, yaitu melakukan konseling terhadap pelaku pelanggar aturan tersebut.

Konseling merupakan proses untuk mendapatkan informasi dari alasan pelanggar tersebut melakukan pelanggaran yang tidak di perbolehkan perusahaan.

Cari tahu terlebih dahulu mengapa karyawan tersebut tidak mengikuti aturan yang di berlakukan perusahaan, Konseling bisa di lakukan oleh staff ke atas atau yang mempunyai wewenang terhadap pelanggar peraturan tersebut.

Jika ternyata konseling juga tidak bisa mengatasi masalah tersebut, barulah kita keluarkan SP sesuai dengan peraturan perusahaan.

Jika sudah sampai SP 3, Kita bisa menyerahkan karyawan tersebut kepada bagian HR di perusahaan tersebut untuk di tindak lanjuti.

Secara ringkas tahapannya sebagai berikut :
  1. Teguran lisan
  2. Konseling
  3. SP 1,2 & 3
Selain itu, untuk menghindari banyaknya surat peringatan yang di keluarkan akibat dari kualitas SDM yang di gunakan, pihak perusahan sebaiknya melakukan filter di proses incoming atau perekrutan calon pekerja.

Read more

Attribut standar untuk karyawan di industri elektronik

Perusahaan elektronik tidak bisa sembarangan mengijinkan karyawan yang ada di dalamnya untuk menggunakan pakaian bebas untuk memasuki area kerja.

Perusahan elektronik mempunyai standar khusus untuk seragam yang di gunakan dengan tujuan untuk mengatasi masalah ESD.



Tentunya seragam atau attribut standar di buat sesuai dengan kebutuhan dari job desk tersebut.

Misalnya pada pekerja galangan atau mekanik menggunakan wear pack, hal tersebut di maksudkan untuk masalah safety dan kebebasan gerak dari pekerja tersebut.

Atau mengapa pekerja Bank menggunakan pakaian rapi, tentu saja karena yang di hadapi adalah customer atau pelanggan, pakaian wearpack tentu tidak sesuai dengan job desk yang mereka kerjakan.

Begitu juga dengan industri elektronika, ada attribut dan seragam khusus yang di desain dengan tujuan khusus.

Syarat standar attribut yang di gunakan di industri elektronika yaitu harus bisa untuk mencegah pengaliran listrik dari tubuh manusia ke perangkat elektronika yang ada di dalamnya.

Hal tersebut di karenakan pada perangkat elektronika banyak komponen yang sifatnya sensitif bahkan dari aliran listrik kecil yang di keluarkan tubuh manusia.

Berikut ini adalah beberapa standar attribut dari perusahaan elektronik khususnya yang bekerja di line produksi atau di lapangan produksi.

1. Pakaian ESD


Pakaian standar yang di gunakan di perusahaan elektronik harus menggunakan pakaian yang bisa mencegah elektrikal yang terdapat di tubuh manusia agar tidak tersalur ke PCB yang ada di area produksi.

Hal tersebut untuk menghindari kerusakan kecil maupun besar di material elektronika.

Pakaian ini terdiri dari baju dan celana yang keduanya memiliki kemampuan yang sama untuk menangkal aliran listrik di tubuh pengguna agar tidak terselur ke PCB

2. Topi ESD


Topi ini gunanya adalah untuk mencegah rambut agar tidak terjatuh  ataupun tersangkut di area kerja, selain itu fungsi utamanya sama dengan pakaian ESD di atas yaitu mencegah adanya listrik statik mengalir ke PCB.

3. Sepatu ESD


Sepatu ESD ini fungsinya tetap sama dengan attribut ESD lainnya. Fungsinya adalah untuk meminimalisir atau menghilangkan electrical yang di hasilkan dari gesekan kaki ketika berjalan di lantai.

Sepatu ini hanya di ijinkan untuk di gunakan di area dalam saja dan tidak di perbolehkan di pergunakan di luar area.

4. Hand Glove ESD


Fungsi dari hand glove ESD ini berfungsi untuk mencegah muatan listrik dari tubuh tersalur ke PCB ketika kita memegang PCB tersebut.

5. Wristrap


Wristrap ini bisa di gunakan di pergelangan tangan maupun kaki, wristrap ini berfungsi untuk mengalirkan aliran listrik dari tubuh ke grounding yang terpasang di line.

6. Kartu Identitas Karyawan


Kartu identitas ini umum di gunakan di seluruh industri apapun bidangnya, fungsinya adalah untuk mengetahui identitas dan hak akses dari karyawan tersebut.

Nah, Itulah beberapa attribut standar karyawan yang di gunakan di industri elektronika terutama yang bekerja di area lapangan langsung.

Selain itu, untuk memasuki area kerja yang terdapat barang elektronika, attribut seperti cincin, gelang dan jam tangan juga di larang masuk ke area kerja karena akan menyebabkan masalah yang berkaitan dengan ESD.
Read more

Proses recruitment Karyawan Pada Industri

Adanya kebutuhan akan sumber daya manusia yang akan di gunakan pada sebuah industri menuntut sebuah industri untuk melakukan perekrutan karyawan di perusahaan tersebut.

Proses ini adalah proses awal untuk mendapatkan SDM yang tepat yang akan membantu melakukan job desk yang di butuhkan dalam perusahaan.



Dalam perekrutan, juga harus di pertimbangkan kebutuhan yang akan di perlukan di perusahaan.

Kita harus mempertimbangkan apakah job desk tersebut membutuhkan SDM yang sudah berpengalaman atau fresh graduate.

Untuk pekerjaan yang membutuhkan experience biasanya akan ada tawar menawar masalah salary maupun syarat kerja dari kedua belah pihak. dengan begitu, kedua belah pihak akan sama-sama di untungkan.

Pihak perusahaan akan mendapatkan SDM yang sesuai dengan kriteria yang di butuhkan, dan SDM tersebut mendapatkan salary yang sesuai dengan kriteria yang di berikan perusahaan.

Tetapi sebuah perusahaan tetap bisa menggunakan SDM dengan kategory fresh graduate untuk job desk tersebut namun akan membutuhkan training extra nantinya.

Berikut beberapa proses dalam melakukan perekrutan karyawan di dalam sebuah perusahaan.

1. Menyebarkan informasi lowongan kerja

Proses recruitment karyawan pada industri

Hal pertama yang di lakukan perusahaan adalah melakukan penyebaran informasi lowongan kerja. Media yang bisa di gunakan cukup banyak dan bahkan gratis.

Perusahaan bisa menyebarkan informasi tersebut melalui media social seperti grup loker, website khusus loker, koran maupun dengan menggunakan poster di depan halaman perusahaan tersebut.

Yang perlu di perhatikan dalam informasi loker tersebut seperti : Judul lowongan kerja, persyaratan umum kerja, tingkatan experience yang di butuhkan, alamat perusahaan tersebut, masa tenggang lowongan pekerjaan, salary (optional ) dan alamat perusahaan tersebut.

2. Melakukan Panggilan Test


Hal kedua setelah melakukan penyebaran informasi lowongan kerja tentu akan ada yang melakukan pelamaran ke perusahaan.

Perusahaan bisa melakukan pengetesan baik dari segi Akademik maupun Psikotes dari pelamar tersebut. 

Tes Akademik ini untuk melihat kemampuan pengetahuan dari SDM tersebut, sedangkan psikotes di gunakan untuk menganalisa kepribadian dari SDM tersebut.

3. Melakukan wawancara kerja


Setelah lulus secara pengetesan di atas kertas, perusahaan bisa memilih pelamar terpilih untuk masuk ke dalam tahapan selanjutnya, yaitu wawancara kerja.

Perusahaan bisa melakukan wawancara kerja untuk mendapatkan informasi apakah pelamar sudah sesuai dengan kriteria pekerjaan tersebut atau belum.

Meskipun sudah di adakan tes untuk melihat kemampuan dari pelamar, di sesi wawancara ini perusahaan bisa mendapatkan informasi yang lebih dalam dan lebih terbuka dari pelamar tersebut.

Dalam tahapan ini, proses negosiasi mengenai salary dan job desk bisa di lakukan oleh kedua pihak supaya tidak ada kekecewaan kedua belah pihak di kemudian hari.

4. Medical test


Medical test di lakukan untuk mengetahui riwayat kesehatan dari pelamar tersebut, apakah pelamar mempunyai riwayat penyakit berat ataupun nantinya kemampuan tubuhnya tidak sesuai dengan kondisi lapangan kerja.

Tentunya pihak perusahaan tidak menginginkan untuk menanggung resiko di kemudian hari, karena perusahan akan menanggung lost time maupun kerugian lainnya dampak dari pemilihan pelamar yang kurang tepat.

5. Melakukan panggilan kerja


Setelah sesi wawancara selesai maupun medical test di nyatakan lulus, dan pihak perusahaan sudah mendapatkan kriteria yang di inginkan. Proses terakhir adalah melakukan panggilan kerja.

Dalam proses ini pihak perusahaan harus memberi tahukan aturan aturan di perusahaan tersebut, mulai dari syarat seragam standar perusahaan tersebut, waktu kerja mulai dari jam masuk, break ataupun pulang, dan aturan lainnya yang tercantum di perusahaan tersebut.

Beberapa tahapan tersebut merupakan standar untuk melakukan perekrutan karyawan baru di sebuah perusahaan. Tahapan tersebut memang akan memakan waktu sedikit lebih lama, tetapi kualitas yang di dapatkan di perusahaan akan sesuai dengan proses pemilihan yang selektif dan terstruktur tersebut.

Berikut point yang bisa menjadi pertimbangan ketika melakukan perekrutan calon karyawan baru :

1. Skill dan knowledge
2. Timing perekrutan
3. Budget untuk perekrutan
Read more

Sunday, 2 December 2018

Cara membuat blog tidak bisa di copy paste atau di blok

Berkembangnya tunas tunas blog baru terkadang tidak serta merta memberikan warna informasi yang unik dan baru. Tidak jarang blog blog tersebut mengambil artikel dari blog yang sudah ada. Jika yang di lakukan adalah meniru tetapi di tulis ulang dengan gaya tulisannya sendiri tentu tidak terlalu menjadi masalah.


Yang menjadi masalah adalah, terkadang menyalin ulang artikel 100% sama tanpa perbedaan sedikit pun untuk mengejar jumlah konten artikel.

Tentu hasil jerih payah si pembuat aslinya akan terasa sia-sia karna dengan hitungan beberapa menit saja sudah di salin oleh orang lain.

Untuk mengatasi hal tersebut, sebenanya kita bisa sedikit menggunakan trik untuk memblok agar tulisan tidak bisa di seleksi. Caranya adalah dengan menggunakan sedikit bantuan script CSS.

Meskipun tidak 100% bisa memfilter, tetapi cara ini cukup ampuh dan menyulitkan pelaku copas secara langsung untuk mengcopi artikel dari blog milik kita.

Caranya adalah sebagai berikut :
  1. Silahkan login ke dashboard blog Anda,
  2. kemudian masuk ke menu Theme -> Edit HTML
  3. cari kode  ]]></b:skin>
  4. Kemudian pastekan kode berikut di atas kode tadi
body{display:block;-khtml-user-select:none;-webkit-user-select:none;-moz-user-select:none;-ms-user-select:none;-o-user-select:none;user-select:none;unselectable:on;}
Nah, coba reload halaman web Anda setelah di beri tambahan script di atas dan coba blok isi artikel, sekarang pasti sudah tidak bisa lagi. Cara di atas cukup simple dan membantu kita mengatasi pencurian konten blog secara total.
Read more

Aplikasi Pembaca QR code di Android

QR atau Quick response adalah salah satu pengembangan dari code batang, QR code memiliki kelebihan di bandingkan kode batang yaitu kapasitas penyimpanan informasi yang lebih besar.


QR code umumnya di gunakan di industri untuk menyimpan informasi pada suatu produk, dengan menggunakan fasilitas QR code, kita bisa menyimpan data alamat URL website, menyimpan data waktu pembuatan barang, atau informasi lainnya sesuai kebutuhan.

Dengan memanfaatkan fasilitas kamera, perangkat Android juga bisa membaca data yang terdapat di QR Code dengan bantuan aplikasi pihak ketiga.

Saya sendiri memanfaatkan perangkat Android untuk membaca data pada QR code karena lebih praktis dan fleksibel untuk di bawa ke mana saja di bandingkan menggunakan scanner.

Jika di telusuri pada play store, kita bisa memilih banyak provider yang menyediakan aplikasi pembaca QR Code yang tersedia secara gratis, salah satu yang saya rekomendasi adalah aplikasi QR & Barcode scanner.

Aplikasinya cukup ringan, rattingnya juga cukup baik dengan skor 4.4 dari 700K reviews. Meskipun terdapat iklan di aplikasi tersebut, tetapi tidak terlalu mengganggu. Jika Anda tertarik anda bisa mendownloadnya di play store dengan gratis.

Link Download :
Read more

Arti bounce rate pada website

Kata bounce rate biasanya menjadi salah satu bahan perbincangan para blogger karena menjadi salah satu tolak ukur seberapa baik web yang mereka miliki.

Mungkin masih ada yang asing dengan istilah bounce rate. Lalu apa itu bounce rate ? Bounce rate adalah jumlah persentase pengunjung yang meninggalkan halaman web setelah membuka satu halaman saja.

Contohnya pengunjung hanya masuk ke dalam satu halaman artikel saja, setelah itu dia tidak membuka link lainnya entah karena kurang tertarik atau materi yang di cari tidak sesuai, kemudian pengunjung meninggalkan halaman web tersebut maka hal tersebut di hitung sebagai bounce rate.

Secara umum semakin kecil bounce rate semakin baik website itu pula, kenapa demikian ? hal ini mengartikan bahwa banyak artikel terkait yang membuat pengunjung tertarik sehingga melakukan klik lebih dari satu halaman.


Tetapi hal tersebut tidak berlaku untuk website yang hanya memiliki satu halaman saja. Jika web tersebut hanya memiliki satu halaman saja sudah tentu bounce rate nya bisa menjadi 100%. Lalu apakah itu buruk ? tentu tidak. mungkin pemilik blog bisa memasang banyak iklan di satu halaman tersebut jadi meskipun bounce rate nya tinggi, tetapi tidak merugikan pemilik website.

Intinya bounce rate menjadi tolak ukur untuk website yang memiliki halaman lebih dari satu halaman.

Berapa idealnya bounce rate ?

Idealnya bounce rate adalah 20% ke bawah. Rumus untuk mencari bounce rate adalah : 

Bounce Rate =  (jumlah pengunjung yang menelusuri satu halaman saja / jumlah total pengunjung ) x 100%.

Contoh jika jumlah pengunjung yang mengunjungi satu halaman saja sebanyak 5 orang, sedangkan total pengunjungnya 2000 orang per bulan maka bounce ratenya adalah 5/2000 x 100% = 0.25

Jadi nilai bounce rate pada web tersebut hanya 0.25 saja. Tetapi Anda tidak perlu menghitung secara manual, karena beberapa kita bisa menggunakan fasilitas ke tiga seperti Alexa misalnya. 

Lalu bagaimana caranya untuk menurunkan nilai bounce rate sehingga menjadi lebih baik lagi ? caranya adalah sebagai berikut :
  1. Ganti dengan template web yang lebih cepat untuk di akses
  2. Perbanyak link internal
  3. Perbanyak jumlah halaman
  4. Perbanyak Artikel terkait dan
  5. Buat bagaimana website menjadi daya tarik pengunjung agar mau mengakses semua informasi yang berada di website tersebut.
Read more